Tags

Judul: The Real Past
Penulis: Ayu Dewi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Ilustrator: Osmanovski
Editor: Irna Permatasari
Proofreader: Ruth Pricilla Angelina
Tebal: 248 halamanEmbedded image permalink

Sinopsis:

Dara dan Bagus mengikuti study tour ke Trowulan, kompleks candi peninggalan Majapahit. Study tour itu diselenggarakan oleh klub fotografi SMA mereka di Surabaya, tempat mereka menyalurkan hobi dan mencari pekerjaan sampingan. Mereka berdua bersemangat mencari objek menarik demi memenangi kompetisi dengan hadiah menggiurkan.

Saat berada di reruntuhan Candi Gentong, meski ada rambu larangan mendekati lorong gelap menurun menyerupai sumur, Dara tetap nekat. Bagus yang hendak membawa Dara menjauh malah ikut tersedot kabut jingga yang tiba-tiba keluar dari lorong tersebut. Begitu tersadar, mereka ternyata terlempar ke tahun 1498, ke hutan dekat Desa Wilwatikta, ibu kota Majapahit. Mereka mengalami distorsi ruang dan waktu!

Akankah petualangan mendebarkan ini membuat Bagus membalas perasaan Dara yang diam-diam menyukainya? Atau masing-masing justru menemukan sosok baru yang memunculkan kebimbangan, tetap di Majapahit atau pulang ke masa depan?

••••••••••

Well, novel ini sukses membuat saya melahapnya dengan sekejap (oiya btw ini review pertama saya ^o^). Covernya good-looking, simple tapi sangat eye-catching dan pas dengan isi cerita. Alur cerita sebenarnya sangat bagus, namun sayangnya penulis kurang bisa membuat ‘greget’. Novel time travel ini mengambil latar tempat di Majapahit, namun saya kurang bisa merasakan suasana Majapahit. Keadaan tempatnya kurang dijelaskan, bahasa yang digunakan juga bahasa indonesia. Walaupun tidak menggunakan sansekerta, it’s better jika penulis menuliskan ‘berbicara dengan bahasa sansekerta’.

Kami hidup untuk Majapahit, dan mati untuk Majapahit pula.”- Hal. 224

Penulis konsisten dalam membuat watak tokoh. Walaupun watak sang tokoh utama sepertinya overdosis :p genre nya menurut saya seimbang, porsi time travel nya pas, dipadukan dengan genre romance yang membuat rasanya lebih manis. Namun saya merasa penulis terlalu terburu-buru, jadi terasa kurang ‘greget’ juga romance nya😏

Terakhir, banyak typo dalam penulisan dan tanda baca, contohya pada hal. 52: ‘rambut para pria ini mereka bagus sekali’, mungkin tadinya mbak ayu mau menuliskan ‘rambut mereka bagus sekali’, namun lupa menambahkan ‘pria’, ya jadi gitu deh😃

Overall, saya suka sama alur ceritanya. Dan saya mendukung banget kalau ada sekuel ke dua nya😄 dengan judul ‘The Real Future’ misalnya😆 3 dari 5 bintang untuk novel ini. By the way, novel ini saya dapatkan langsung dari penulisnya. Thankyou, Mbak Ayu 🙂

Advertisements