Pulang – Tere Liye

“Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya.”

Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.


sinopsis-novel-pulang-tere-liye

Judul Buku : Pulang

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Republika

Tebal : x + 400 hal

Terbit : Cetakan I (September 2015)

Menceritakan tentang kisah Bujang, bocah 15 tahun yang tinggal di suatu kampung; talang. Bapaknya; Samad adalah mantan tukang pukul, yang berhenti saat usianya 30 tahun karena ingin pulang ke kampung halamannya, dan melamar kembali belahan jiwanya; Midah. Midah keturunan dari keluarga islami, Ayahnya merupakan pimpinan kampung, Tuanku Imam. Sebelumnya, Samad telah mencoba melamar Midah, namun ditolak mentah-mentah, mengingat Ayah Samad merupakan tukang jagal, yang dijuluki Si Mata Merah. Diusir dari kampung, Samad akhirnya bergabung dengan sekelompok tukang jagal di Keluarga Tong.

Suatu hari, Samad kedatangan tamu dari kota, 12 orang yang membawa senapan. Pimpinannya, bernama Tauke Muda, terlihat akrab sekali dengan Samad. Katanya, mereka akan membantu memberantas babi hutan yang belakangan ini telah mengganggu kegiatan pertanian kampung talang. Mereka akan memasuki hutan bersama beberapa orang kampung lainnya. Bujang pun diminta ikut, dan diperbolehkan dengan 1 pesan dari ibunya; dia tidak boleh menyerang, hanya boleh menonton para pemburu lain memburu. Akhirnya mereka masuk ke hutan dan berpencar menjadi 3 kelompok. Bujang ikut kelompok bersama Tauke Muda dan para pemburu lainnya.

Di sana, mereka menyerang banyak sekali babi hutan. Saat memasuki jantung hutan, permasalahan muncul. Ada 4 babi besar, berukuran kurang lebih 250 kilogram, menyerang buas para pemburu. Mereka kewalahan, terluka di mana-mana. Kecuali Bujang, karena dia dilindungi oleh Tauke Muda. Namun, masalah belum selesai. Muncul satu babi raksasa, berukuran tidak kurang dari 500 kilogram, terlihat sangat marah dan siap menyerang mereka kapan saja. Babi tersebut menyerang Tauke Muda, menyebabkan ia terlempar 2 meter. Satu-satunya mangsa yang masih utuh hanya Bujang, dan babi itu telah siap menyerang. Saat itu, Bujang pun telah bersiap. Melupakan pesan dari Ibunya, dan menyerang dengan tombak yang dibawanya. Malam itu, Bujang telah mengalahkan seekor babi raksasa seorang diri. Walaupun pulang dengan banyak luka di sekujur tubuh, namun semenjak kejadian itu, Bujang tidak pernah merasa takut, seolah-olah rasa takut itu telah dihapus dan dikeluarkan dari dirinya.

Akhirnya Tauke Muda pun meminta Bujang untuk ikut ke kota bersamanya. Di sana, dia berkenalan dengan banyak orang, belajar hingga ke perguruan tinggi, bergabung dan menjadi bagian penting dalam Keluarga Tong hingga 20 tahun ke depan. Dia tumbuh besar dan dewasa, pintar nan cerdik. Dia tumbuh sebagai tukang jagal nomor satu. Bisikkan namanya di telinga mereka, maka orang-orang akan gemetar ketakutan. Suruh dia bicara, bahkan seorang presiden pun akan terdiam mendengarkan. Orang-orang memanggilnya, Si Babi Hutan.

“Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan”.


Kisah yang berbeda, diceritakan dengan POV 1 dan alur maju-mundur. Dipenuhi berbagai konflik menegangkan, dan sentuhan sensitif mengenai orang tua, jabatan, hubungan kekerabatan, serta pemahaman diri. Cover buku warna hijau yang sederhana namun indah, di tengahnya terdapat robekan yang berisi matahari terbit. Di judul tulisan “Pulang” terdapat sabetan pedang yang merupakan salah satu keahlian Bujang. Banyak pesan moral dan ilmu pengetahuan yang bisa kita dapat dari buku ini. Tokohnya pun tidak ada yang terbuang sia-sia, semua nama yang disebutkan mempunyai peran tersendiri, diantaranya; Tauke Besar, Kopong, Frans, Yuki dan Kiko, White, Parwez, Basyir, dan lain-lain. Penggunaan bahasanya pun mudah dimengerti. Salah satu karya Tere Liye yang saya golongkan ‘terfavorit’. 5 bintang!

Advertisements

Apa Sih Kado Yang Pas Untuk Cowok?

Postingan ini dibuat untuk mengikuti giveaway yang diselenggarakan oleh kang Dani Rachmat. Buat yang mau ikutan juga, boleh cek di sini.

Pertanyaannya adalah, kado apa yang paling pas dikasih ke cowok. Yaelah, itu sih…. susah! Punya cowok aja kagak, udah ngayal ngasih kado aja ye 😦 eh tapi, tunggu dulu. ‘Cowok’ di sini kan gak selalu berarti doi, tapi bisa juga sahabat, kakak cowok, saudara, ayah, atau inceran juga boleh deh.

Nah, jadi apa sih kado yang paling pas untuk cowok? Kalau menurut saya sih, tergantung si cowoknya. Coba lihat dari hobi dan impiannya. Kalau dia suka bola, ya bisa kasih jersey pemain favoritnya, atau kasih bolanya juga boleh. Kalo dia ingin jadi pelukis, boleh tuh beliin alat-alat lukis. Eh tapi, itu udah biasa deh. Sekarang waktunya bertransformasi! Kenapa kita gak bikin sendiri aja kadonya? Gak perlu mahal-mahal, cukup dengan bahan-bahan sederhana, yang pastinya bakal ngebuat si cowok seneng karena kita sebegitu perhatiannya sama dia.

Pertama, mari kita buat storage box. Bahannya bisa dari dus bekas, botol bekas, ataupun kaleng bekas. Sekiranya box sudah terbentuk rapi, bisa langsung dihias. Tutupi boxnya dengan menggunakan kertas kado, manila, ataupun kertas kraft coklat supaya terkesan kasual. Jangan menggunakan terlalu banyak warna yang mencolok. Kalau bisa padukan dengan warna hitam/coklat/putih di sisinya. Lalu, tambahkan hiasan. Bentuk sesuatu dari kertas-kertas sisa, lalu tempelkan. Atau beri gambar dan tulisan juga cukup untuk menambah keindahan box tersebut. Contohnya seperti ini:

Box Motif

Kedua, isi storage box tersebut dengan hadiah dari kita. Misalnya, benda yang berguna untuk kehidupannya sehari-hari (perfume, dompet, jam tangan, sajadah atau sarung). Atau jika kita sudah tahu hobinya, beri benda yang sesuai dengan kegemarannya tersebut. Kalau kita masih mau berkarya lagi, boleh juga buat sweater atau topi rajut sendiri. Atau kalau masih mau yang sederhana karena kurang modal, bisa isi storage box dengan foto-foto kenangan bersama si cowok, snack, atau obat-obatan (tanda kita perhatian sama dia gitu, he-he :p). Jangan lupa kasih tulisan-tulisan kecil (atau surat panjang juga boleh) di dalam storage boxnya, sebagai ungkapan dari kita.

sdf

Intinya, storage box yang kita buat itu gak akan jadi sia-sia deh. Dia bisa mengisi box itu dengan benda-benda berharganya, dan pastinya akan selalu ingat kita jika melihat storage box tersebut 😀 banyak alternatif kan? Gak usah pusing ngasih kado buat cowok, asalkan kita niatkan dalam hati dan ngasihnya tulus aja. Cowok juga, kalo dikasih kado (atau engga) ya terima aja! Jangan banyak maunya deh! *emosi* xD

Wishful Wednesday

m

Halo. Postingan Wishful Wednesday yang pertama ini dibuat dalam rangka 4th Anniversary Wishful Wednesday nya Kak Astrid, pemilik Books To Share, yeay! Semoga kedepannya postingan Wishful Wednesday ini dapat berlanjut, aamiin.

Jadi, dari dulu aku punya 2 buku incaran yang sampai sekarang belum terpenuhi karena berbagai alasan, hehe. Lebih seringnya sih karena duit yang diperlukan untuk membeli buku itu terpakai untuk membeli buku-buku yang lain U.U dan penyesalan akan menunda-nunda itu baru terasa sekarang, setelah 2 buku tersebut mulai langka di toko buku. Yup, inilah bukunya:

bcf25ef590b0e777609b264a8ce8f24a.jpg

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
Hamka
Rp. 61.000 Rp. 48.800 (via Buka Buku)
Maret 2011
Balai Pustaka
Deskripsi:

Buku Novel ini menceritakan kisah cinta sepasang remaja yang penuh rintangan. Seorang pemuda keturunan Minang, anak perkawinan campuran Minang-Mengkasar bernama Zainuddin mencintai wanita Minang dari Batipuh yang bernama Hayati. Percintaan mereka tidak direstui oleh keluarga Hayati. Hal itu karena Zainuddin hanyalah seorang anak pisang yang tidak bersuku, sedangkan Hayati adalah wanita bersuku dari keluarga terpandang.

Zainuddin diusir secara halus oleh paman Hayati dari Batipuh, Minankabau. Esok paginya, ketika Zainuddin akan berangkat menuju Padang Panjang, ia bertemu Hayati di tengah perjalanan. Hayati sengaja menunggu Zainuddin untuk mengucapkan salam perpisahan. Pada kesempatan itu, Hayati berjanji akan tetap mencintai Zainuddin dan setia menunggu sampai kapan pun. Mereka berdua bersepakat untuk saling berkirim surat.

Tak lama, Hayati dilamar oleh Aziz, kakak Khadijah. Khadijah adalah sahabat Hayati dari Padang Panjang. Bersamaan dengan itu, Zainuddin pun melamar Hayati melalui surat. Namun, setelah diadakan rapat ninik-mamak, lamaran Azizlah yang diterima. Hal itu berdasarkan pertimbangan bahwa Aziz berasal dari keluarga termasyur dan berpangkat, apalagi punya pekerjaan tetap. Kemudian, dikirimlah surat penolakan lamaran kepada Zainuddin. Khadijah pun mengirim surat kepada Zainuddin yang isinya memberitahukan bahwa Hayati akan segera menikah dengan Aziz sehingga Khadijah meminta Zainuddin untuk melupakan Hayati.

 

349896e37024ae5e0685626553706f95

Stolen Songbird: Negeri Troll Yang Hilang
Danielle L. Jensen
Rp. 86.500 Rp. 69.200 (via Buka Buku)
Oktober 2014
Fantasious
Deskripsi:

“Saya akan merekomendasikan buku ini dalam sekejap. Ini adalah buku fantasi yang mengagumkan, penuh dengan berton-ton sihir yang membuatmu akan meminta lebih.”  -The Nightly Book Owl

Apatrollmerasakan hal yang sama dengan manusia?Apa troll mengenal kesedihan, kemarahan, atau kebahagiaan? Bisakah troll mencintai troll lain? Atau apakah batin mereka sedingin batu yang mengubur mereka di bawahnya?

Cécile de Troyes mengira masa depannya ada di panggung-panggung megah di Trianon. Ia yakin kariernya sebagai penyanyi bersuara merdu akan cemerlang begitu ia meninggalkan Goshawk’s Hollow. Namun, hal tak terduga menyergapnya, menyeretnya paksa ke sebuah negeri yang selama ini hanya pernah didengarnya dari dongeng lama. Tak ada mimpi seburuk membuka mata dan menyadari bahwa ia diculik ke sebuah kota yang terkubur di bawah reruntuhan gunung. Kota yang dipenuhi oleh makhluk… troll.

Kaum troll mengira Cécile bisa menjadi salah satu kunci melenyapkan kutukan penyihir yang melingkupi Kota Trollus selama lima abad. Kutukan yang membuat mereka tak mampu keluar dari kungkungan Gunung Terlupakan. Kutukan yang membuatnya terikat dengan pangeran troll angkuh bernama Tristan. Ia pikir hidupnya lebih baik berakhir, sampai ketika ia mulai menyadari rahasia-rahasia terselubung yang ada di kota itu. Ia sadar, jika ia melibatkan diri lebih jauh dengan segala intrik kaum troll, semua tak akan pernah sama lagi. Namun, terkadang, harus ada yang melakukan hal yang tak terbayangkan.

Mampukah Cécile bertahan dan menguak rahasia negeri troll? Kau pikir kau sudah tahu tentang kaum troll? Tunggu sampai kau menyelesaikan petualangan ini.


 

Nah, kenapa aku menginginkan kedua buku ini?

Sepertinya sudah agak telat untuk membaca buku Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, mengetahui bahwa buku ini merupakan karya sastra lama, dan sudah difilmkan pula. Tapi, belakangan ini aku tertarik dengan buku sastra lama, seperti Layar Terkembang karangan Sutan Takdir Alisjahbana. Kebetulan, di sekolahku pun sedang ngetren buku sastra, karena guru Bahasa Indonesia memberi tugas untuk membaca buku-buku sastra dari era ’20. Aku, yang dikenal sebagai pencinta buku merasa gagal karena belum pernah membaca Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, hiks. Maka dari itu, aku menantang diriku sendiri dengan mencantumkan buku ini sebagai bahan untuk tugas tersebut.

Sedangkan untuk Stolen Songbird, aku sudah tertarik sejak pertama kali melihat buku ini. Covernya indah, memikat, dan kaya akan sihir. Aku hanya bisa menggigit jari saat membaca review tentang buku ini yang waktu itu sedang marak-maraknya. Melihat buku ini ready stock di Buka Buku, aku pun gak ragu untuk mencantumkan buku ini sebagai Wishful Wednesday pertamaku \^o^/

Total harga kedua buku ini yaitu Rp. 118.000, sangat tipis dengan batas maksimum yaitu Rp. 120.000. Bagi yang mau ikutan Meme Wishful Wednesday juga, ini syaratnya:

1. Buat posting Wishful Wednesday di blog-mu – (yep, it’s only for blogger this time, sorry guys!). Tapi nggak harus blog buku kok, yang penting blog-mu masih aktif. Jangan lupa cantumkan button Wishful Wednesday dalam postinganmu (bisa di-copy dari postingan ini). Posting diterbitkan di blog masing-masing antara hari Rabu, 24 Februari 2016 sampai Senin, 29 Februari 2016, bertepatan dengan Wishful Wednesday [183] di blog ini.

2. Isi postingan adalah tentang buku yang sedang menjadi wish-mu saat ini (boleh lebih dari satu buku), beserta alasan kenapa kamu ngebet banget pengen punya buku tersebut. Tampilkan juga gambar cover buku incaranmu ya!

3. Syarat buku inceran:  Buku boleh berbahasa Indonesia maupun Inggris, tapi harga  maksimalnya (setelah harga diskon dan total di luar ongkir) adalah IDR 120,000 atau USD 11. Dalam postingan tersebut, kamu wajib mencantumkan link tempat buku ini bisa dibeli online (contoh toko buku online lokal: Bukukita.com, Bukabuku.com, Inibuku.com). Untuk buku berbahasa Inggris, hanya dapat mencantumkan link bookdepository.com (free ongkos kirim ke Indonesia), atau opentrolley.co.id dan periplus.com. Pastikan buku incaranmu masih tersedia stoknya, dan bukan merupakan buku yang sudah tidak diterbitkan (out of stock/out of print).

4. Setelah posting, kamu wajib memasukkan link postinganmu ke Mr.Linky yang ada di bagian bawah postingan ini. DUA orang (yep, dua lho!) pemenang akan dipilih menggunakan random.org berdasarkan nomor urutannya di Mr. Linky. Setiap blog hanya boleh membuat satu postingan dan memasukkan satu link ke Mr. Linky.

5. Giveaway ini diadakan antara Rabu, 24 Februari 2016 sampai Senin, 29 Februari 2016. Link postingan di Mr. Linky dapat disubmit saat Wishful Wednesday [183] terbit, dan link terakhir ditunggu hingga pukul 23.59 WIB tanggal 29 Februari 2016. Peserta yang sudah posting tapi tidak memasukkan link-nya ke Mr. Linky hingga batas waktu yang ditentukan, dianggap GUGUR.

6. Pemenang akan diumumkan hari Rabu, 2 Maret 2016 pk. 10.00 WIB melalui blog ini. Pemenang diberikan waktu 2×24 jam untuk konfirmasi melalui email ke astridfelicia@hotmail.com. Bila lebih dari waktu tersebut belum ada konfirmasi, maka akan dipilih pemenang lainnya. Pemenang harus memiliki alamat kirim di Indonesia.

7. Bila buku yang menjadi wishlist sudah tidak dicetak lagi, atau tidak bisa ditemukan di website yang sudah dicantumkan, maka pemenang diberi kesempatan satu kali lagi untuk memilih buku lainnya.

Jadi, apa buku incaranmu, guys? Yuk, submit! Dan semoga beruntung ya ^^

Review To All The Boys I’ve Loved Before

Tags

Judul: To All The Boys I’ve Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Yuli Yono
Ilustrasi: @teguhra
Penerbit: Spring
Tahun Terbit: April 2015
Tebal: 378 Halaman
Harga: 64.000

CGRagv-UQAAWXZl

Sinopsis:

LARA JEAN
MENYIMPAN SURAT-SURAT CINTANYA DI SEBUAH KOTAK TOPI PEMBERIAN IBUNYA.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai, totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya, karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan, entah oleh siapa.
Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya, termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.

••••••••••

Lara Jean Song Covey merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dengan kakaknya bernama Margot dan adiknya bernama Katherine (atau sering dipanggil Kitty). Ibunya sudah meninggal saat Lara Jean berumur 10 tahun. Sedangkan ayahnya, Dr. Covey merupakan dokter kandungan yang sangat menyayangi gadis-gadis Song.

Margot, sebagai pengatur rumah tangga menggantikan ibunya, juga menjadi panutan bagi kedua adiknya. Dia mempunyai pacar bernama Josh, seseorang yang pernah dicintai oleh Lara Jean. Margot memilih untuk kuliah di Skotlandia dan putus dengan Josh. Kepergian Margot sangatlah berat bagi keluarga tersebut, terutama Lara Jean. Sebagai kakak perempuan tertua, dia harus menjaga adiknya dan menggantikan posisi Margot.

Sementara Lara Jean sibuk mengurus segala hal tentang rumah tangga yang masih baru baginya, muncullah permasalahan. Surat cintanya tersebar, entah siapa yang mengirimkan surat-surat itu kepada 5 cowok yang pernah dicintainya. Yaitu; Kenny Donati, Lucas Krapf, John Ambrose McClaren, Josh dan Peter Kavinsky.

Surat untuk Kenny dikirimkan ke perkemahan di mana dia dan Lara Jean bertemu, untungnya Kenny sudah tidak berada di perkemahan, jadi surat itu pun dikembalikan kepada Lara Jean. Surat untuk Lucas sampai kepada orangnya, Lucas pun memberi penjelasan pada Lara Jean bahwa dia gay. Dan Lara Jean pun menganggapnya sebagai malaikat. Sedangkan surat untuk John tidak kembali, namun Lara Jean pun tidak mendapat kontak dengan John karena mereka sudah lama tidak bertemu.

Surat Peter sampai di tangannya dan mereka pun sempat terlibat obrolan singkat-menyebalkan. Peter merupakan cowok terkeren di sekolah sekaligus teman masa kecilnya, yang baru putus dengan Genevieve; cewek populer di sekolah sekaligus teman masa kecil Lara Jean juga. Masalah muncul saat Josh bertanya pada Lara Jean tentang surat cinta tersebut. Karena Lara Jean takut akan perasaannya kepada Josh dan tidak ingin mengkhianati kakaknya, dia pun nekat mencium Peter di hadapan banyak orang, mengaku bahwa mereka berpacaran. Akhirnya, Peter dan Lara Jean membuat kesepakatan untuk berpura-pura pacaran, dengan alasan yang saling menguntungkan. Namun, akankah semua berjalan lancar sesuai yang diharapkan Lara Jean?

Kisah yang sangat apik dengan berbagai unsur (percintaan, keluarga, pertemanan) yang diangkat dan dipadukan dengan sangat sempurna. Lara Jean yang manis dan Peter Kavinsky yang lovable sangat serasi dalam kisah ini, ditambah dengan tokoh cowok-cowok lain, anggota keluarga Lara Jean, serta teman yang menjadi musuh Lara Jean menjadikan buku ini sebagai Best Young Adult Book.

Lara Jean serta tokoh-tokoh didalamnya sangat nyata, menggambarkan kehidupan remaja pada umumnya, dan remaja luar negeri pada khususnya. Penulis mampu menceritakan kisahnya dengan sangat baik, dan juga terjemahannya sangat bagus. Good job, Spring! Dengan memakai POV1, buku ini jadi terasa lebih hidup karena deskripsi yang sangat mendetail.

“Aneh sekali rasanya menghabiskan begitu banyak waktu mengharapkan sesuatu, mengharapkan seseorang, lalu pada suatu hari, tiba-tiba saja aku berhenti berharap.”- Hal. 303

Spring memakai cover asli untuk buku terjemahannya, dan itu pilihan yang tepat. Disertai dengan pembatas buku yang unik, buku ini menjadi sangat manis. Hanya saja, penulis kurang dapat menekan permasalahan tentang surat-surat cinta Lara Jean yang tersebar, sehingga pembaca kurang dapat merasakan seberapa pentingnya masalah itu, padahal itu adalah inti dari semua permasalahannya.
Overall, 4 bintang untuk kisah Lara Jean dan tokoh-tokohnya yang sempurna. Waiting list: sekuel ke-dua, P.S: I Still Love You.

Review Rahasia Pondok Runcing

Tags

Judul: Rahasia Pondok Runcing
Penulis: Kim Hyun Jung
Ilustrasi: Kwon Chan Ho
Penerbit: DAR! Mizan
Penerjemah: Siti Mutiaraningsih
Penyunting: Irawati Subrata
Proofreader: Hetty Dimayanti
Tahun Terbit: Januari 2015
Tebal: 130 Halaman

Sinopsis:
Aku yakin tidak sedikit dari kita yang diam-diam menanti datangnya liburan. Bayangkan saat kita libur dari sekolah. Libur dari guru. Libur dari PR-PR. Seandainya saja kita bisa libur dari kemarahan orangtua kita.
Liburan adalah ketika kamu dan aku mengalami petualangan bersama. Kita menyimpan sifat kita yang paling tak terduga untuk dikeluarkan pada saat liburan. Kita tetap menunggu liburan meskipun harus melaluinya di sebuah pondok runcing angker, dimana hari-hari kita digentayangi hantu kalung yang dapat bernyanyi.
Karena kita tahu bahwa tidak ada hantu yang lebih menakutkan daripada melakukan kegiatan yang sama secara berulang-ulang. Dan apabila besok sama dengan hari ini.

………………

Buku yang berisi 9 cerita pendek ini sangat cocok untuk anak-anak. Bergenre horror dan mengangkat banyak tema persahabatan. Jalan ceritanya sangat menarik dan realistic, sehingga mampu membuat efek horror bagi anak-anak yang membacanya. Dibuat dengan ending yang agak menggantung, sehingga masih menyisakan misteri-misteri. Karena buku ini terjemahan (korea pula), jadi ada beberapa kata dan scene yang kurang nyambung, dan menimbulkan kebingungan. Ilustrasi yang digunakan cukup bagus dan membuat keunikan tersendiri.

“Nak, boleh tolong pegang buntelan ini sebentar?”- Hal. 98

Overall, 2.5 bintang untuk buku anak dengan jalan cerita dan ilustrasi yang menarik di buku ini.

Review Not A Perfect Wedding

Tags

Judul: Not A Perfect Wedding

Penulis: Asri Tahir

Penerbit: Elex Media Komputindo

Editor: Afrianty P. Pardede

Tahun Terbit: Maret 2015

Tebal: 297 halaman

Harga: 58.000

Love it, thankyou!

Love it, thankyou!

Sinopsis:

Raina Winatama

Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.

Prakarsa Dwi Rahardi

Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi

Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.

•••••••••••••••

Menceritakan tentang sepasang kekasih yang akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Namun sang calon mempelai pria ditakdirkan untuk menemui ajalnya sehari sebelum pernikahan mereka. Dengan berbagai pertimbangan, sang kakak dari mempelai pria menggantikan posisi adiknya. Dan dari sinilah perjalanan dimulai. Kesedihan akan kehilangan orang yang dicintai, mampu ditutup dengan kedewasaan dan rasa tanggung jawab. Lewat buku ini, Mbak Asri Tahir mengajarkan kita tentang keikhlasan, kesabaran, dan juga kekuatan untuk membangun rumah tangga.

Menangislah disini, sampai kamu lelah. Tapi tolong jangan sakitin diri kamu sendiri.” – Hal. 45

Aku suka dengan cara bercerita Mbak Asri Tahir, sangat mengalir. Konflik yang dibangun sederhana namun unik. Mbak Asri dapat membungkus cerita yang sederhana ini dengan ciamik, sangat rapi dan mampu membuat pembaca tenggelam dalam kisahnya. Buku ini merupakan satu-satunya seri Le Mariage yang pernah aku baca. Dan memang belum ada niatan untuk baca seri Le Mariage lagi, karena umur belum mencukupi :p ya, buku ini khusus 18+ (harusnya). Karena konfliknya yang dewasa dan ada unsur dewasanya juga, jadi yah, sangat tidak disarankan untuk anak yang dibawah 18 tahun membaca buku ini (kaya aku) 😀

Dari segi cover, aku suka! Warna biru dengan perpaduan putih dan pink sangat eye catching. Menurutku, cover NAPW is da best dari seri Le Mariage \^o^/ kertasnya juga bagus, ada hiasan bunga-bunga di dalamnya. Overall, 4.5 bintang untuk kisah unik Pram dan Raina. Makasih buat Mbak Asri Tahir yang sudah menuangkan tanda tangannya di buku ini. Not A Perfect Wedding adalah buku pertama nya yang diterbitkan, buku keduanya, Over The Rain telah terbit 12 Oktober kemarin. Seri Le Mariage Elex Media lagi, dan aku mau lagi 😀

[Review] The Real Past

Tags

Judul: The Real Past
Penulis: Ayu Dewi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Ilustrator: Osmanovski
Editor: Irna Permatasari
Proofreader: Ruth Pricilla Angelina
Tebal: 248 halamanEmbedded image permalink

Sinopsis:

Dara dan Bagus mengikuti study tour ke Trowulan, kompleks candi peninggalan Majapahit. Study tour itu diselenggarakan oleh klub fotografi SMA mereka di Surabaya, tempat mereka menyalurkan hobi dan mencari pekerjaan sampingan. Mereka berdua bersemangat mencari objek menarik demi memenangi kompetisi dengan hadiah menggiurkan.

Saat berada di reruntuhan Candi Gentong, meski ada rambu larangan mendekati lorong gelap menurun menyerupai sumur, Dara tetap nekat. Bagus yang hendak membawa Dara menjauh malah ikut tersedot kabut jingga yang tiba-tiba keluar dari lorong tersebut. Begitu tersadar, mereka ternyata terlempar ke tahun 1498, ke hutan dekat Desa Wilwatikta, ibu kota Majapahit. Mereka mengalami distorsi ruang dan waktu!

Akankah petualangan mendebarkan ini membuat Bagus membalas perasaan Dara yang diam-diam menyukainya? Atau masing-masing justru menemukan sosok baru yang memunculkan kebimbangan, tetap di Majapahit atau pulang ke masa depan?

••••••••••

Well, novel ini sukses membuat saya melahapnya dengan sekejap (oiya btw ini review pertama saya ^o^). Covernya good-looking, simple tapi sangat eye-catching dan pas dengan isi cerita. Alur cerita sebenarnya sangat bagus, namun sayangnya penulis kurang bisa membuat ‘greget’. Novel time travel ini mengambil latar tempat di Majapahit, namun saya kurang bisa merasakan suasana Majapahit. Keadaan tempatnya kurang dijelaskan, bahasa yang digunakan juga bahasa indonesia. Walaupun tidak menggunakan sansekerta, it’s better jika penulis menuliskan ‘berbicara dengan bahasa sansekerta’.

Kami hidup untuk Majapahit, dan mati untuk Majapahit pula.”- Hal. 224

Penulis konsisten dalam membuat watak tokoh. Walaupun watak sang tokoh utama sepertinya overdosis :p genre nya menurut saya seimbang, porsi time travel nya pas, dipadukan dengan genre romance yang membuat rasanya lebih manis. Namun saya merasa penulis terlalu terburu-buru, jadi terasa kurang ‘greget’ juga romance nya😏

Terakhir, banyak typo dalam penulisan dan tanda baca, contohya pada hal. 52: ‘rambut para pria ini mereka bagus sekali’, mungkin tadinya mbak ayu mau menuliskan ‘rambut mereka bagus sekali’, namun lupa menambahkan ‘pria’, ya jadi gitu deh😃

Overall, saya suka sama alur ceritanya. Dan saya mendukung banget kalau ada sekuel ke dua nya😄 dengan judul ‘The Real Future’ misalnya😆 3 dari 5 bintang untuk novel ini. By the way, novel ini saya dapatkan langsung dari penulisnya. Thankyou, Mbak Ayu 🙂